Pagar beton setinggi 2 m mengeliligi kebun seluas 2 hektare. Sebagian tajuk durian menyembul dari balik pagar. Di lahan itu Sadar menanam 135 pohon bawor, 7 pohon ochee alias duri hitam, dan 5 pohon musang king. Durian bawor berasal dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sementara ochee dan musang king varietas unggul introduksi dari Malaysia yang menjadi andalan ekspor.
Ada pula jenis durian lama berumur puluhan tahun yakni durian sukaraja yang sengaja dipertahankan untuk mengenang cita rasa durian lokal. Pekebun di Sukaraja, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat itu memanen 15—20 buah durian jatuhan setiap hari selama musim raya. Musim durian berubah-ubah, di Kabupaten Bogor biasanya antara November—Februari.
Berlangganan Trubus Member untuk Baca Lengkap Seluruh Konten

Terserap pasar
Pemilik Kebun Sadar Tani—farm milik Sadar—itu membuka kulit buah durian ochee jatuhan dan seketika tampak daging buah yang jingga menggiurkan. Si duri hitam itu bertekstur daging halus tak berserat, cita rasa manis sedikit pahit, dan berbiji kecil. Bagian yang dapat dikonsumsi alias edible portion ochee 40%, sedangkan bawor 30%. Jika bobot durian ochee 1 kg, 400 gram di antaranya berupa daging buah yang bisa dinikmati kelezatannya. Konsumen pun menikmati daging buah yang legit.
Sadar memasarkan durian jatuhan kepada kolega. Sadar membanderol durian ochee dengan harga Rp350.000 per kg. Bobot ochee rata-rata 2,5 kg per buah. Artinya harga sebuah durian lebih dari 700.000. Selain memasarkan ochee, Sadar juga menyediakan durian bawor kupasan yang dibanderol Rp300.000 per kg. Ia membungkus daging bawor ke dalam mika transparan. Bawor di kebun Sadar Tani bercita rasa manis dan creamy, daging buahnya tebal, dan berbiji kempis.
“Durian bawor kupas sudah melalui seleksi penampilan dan rasa sehingga kualitasnya terjamin,” kata Sadar. Harga premium itu tak menyurutkan para maniak menikmati durian unggul. Buktinya Sadar menetapkan sistem inden alias pembelian barang dengan cara memesan lebih dahulu. Itulah sebabnya semua durian jatuhan di kebun Sadar Tani selalu habis terserap pasar. Tanpa inden, para penggemar bisa gigit jari untuk menikmati ochee.
Meski demikian, Sadar tetap melayani pesanan durian utuh. Harga bawor utuh Rp125.000 per kg. Namun, pembeli harus lapang dada bila durian tidak sesuai keinginan. Mantan anggota parlemen itu menanam jenis durian hanya yang unggul, terbukti karakter, dan cita rasanya. Itulah sebabnya ia menanam durian tertentu.
Dosen Agribisnis Universitas Padjadjaran, Dr. Iwan Setiawan, mengatakan, harga durian yang mahal sah-sah saja dalam sistem bisnis. Idealnya pemasaran durian langsung oleh komunitas petani, baik luring maupun daring. Tujuannya agar rantai pasok menjadi pendek, bahkan langsung ke konsumen. “Itu sangat memungkinkan dalam bisnis custom yang berbasis aplikasi dan komunitas,” kata Iwan.

Babak baru
Ahli durian di Kota Bogor, Jawa Barat, Dr. Mohamad Reza Tirtawinata, mengatakan para pekebun membudidayakan ketiga jenis durian itu—musang king, ochee, dan bawor— karena cita rasa sesuai preferensi konsumen.Konsumen durian menghendaki cita rasa manis, gurih dan sedikit pahit, serta berdaging buah kuning. Selain itu harga tinggi menjadi daya tarik bagi para pekebun. Bayangkan, harga durian mencapai Rp1 juta—2 juta per buah.
Itulah babak baru dalam sejarah durian di Indonesia (lihat ilustrasi: Lintasan Zaman Durian halaman 11). Doktor Pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengatakan, ketiga jenis durian itu bukan tanpa kelemahan. Namun, orang tutup mata karena harganya yang tinggi. Sekadar contoh, musang king, harus segera dinikmati begitu buah jatuh. Batas waktu hanya 24 jam.
“Bayangkan jika petani mengelola lahan skala luas, dalam 24 jam harus bisa memasarkan buah,” ujar Reza. Jika dalam 24 jam belum dinikmati, rasa musang king cenderung hambar. Namun, kelemahan itu bisa teratasi dengan cara pembekuan seperti dilakukan Malaysia. Sayangnya, yang bisa melakukan itu bukan petani, tetapi investor. Durian ochee relatif tahan lama, hingga 3 hari sejak jatuh.
Selain itu bagian yang dapat dimakan juga relatif kecil, antara 25—30%. Menurut Reza bagian yang dimakan dari durian ochee hanya 25%, musang king 27%, dan bawor 30%. Harap mafhum, kulit durian ochee sangat tebal dan empulur di bagian tengah relatif besar. Produktivitas ketiga pohon itu belum diketahui. Rasa, bagian yang dapat dimakan, dan produktivitas menentukan keunggulaan sebuah durian.
Pendiri Yayasan Durian Nusantara (YDN), Dr Mohamad Reza Tirtawinata, mengatakan bahwa ketiganya belum akan finis. Maksudnya bisa saja suatu saat akan muncul durian lain dengan kualitas yang setara atau bahkan, lebih baik. Ia menganalogikan jika dahulu Hetty Koes Endang menjadi penyanyi idola, kini beralih ke Raisa Andriana atau Isyana Sarasvati.

Kelemahan
Beberapa tahun terakhir, kian banyak pekebun yang membudidayakan durian yang terbukti cita rasa dan tekstur daging buah stabil. Pilihan mereka antara lain ochee dan musang king yang merupakan durian introduksi. Sementara pilihan durian lokal antara lain durian bawor. Durian-durian itu terbukti adaptif di berbagai wilayah seperti di kebun Thomas Harryanto Sumitaro.
Pekebun di Rumpin, Kabupaten Bogor, itu juga memilih durian ochee dan musang king di lahan 2 Pada Januari 2022 umur pohon 7 tahun. Thomas Harryanto juga menerapkan sistem inden bagi para penggemar yang hendak menikmati durian unggul. Panen terakhir pada Januari 2021, Yohanes Sugianto menikmati durian ochee dan musang king dari kebun Thomas Harryanto. Penggemar durian di Pondok Indah, Jakarta Selatan, itu menuturkan bahwa penampilan dan cita rasa durian ochee di kebun Harryanto mirip dengan ochee di Malaysia. Durian berbentuk bulat dan kulit buah berwarna hijau segar dengan ujung hitam.
Bobot ochee rata-rata 2,5 kg. Kematangan ochee merata dengan warna daging buah jingga. Daging buah tebal. Tekstur daging lembut dan pulen. Cita rasanya manis, legit, dengan sensasi pahit. “Enak sekali,” kata Yance—sapaan akrab Yohanes Sugianto. Ia juga berkesempatan menikmati durian musang king yang baru jatuh saat berkunjung ke kebun. Bobot buah 4 kg.
Ketika buah terbuka, tampak daging buah berwarna kuning. Penampilan daging buah seperti itu menggugah selera maniak durian. Daging buah musang king tebal dan berbiji kempis. Cita rasanya dominan manis. Biji musang king juga kempis. Harryanto membanderol ochee dan musang king utuh Rp650.000 per kg. Bila bobot musang king 4 kg, penggemar mesti membayar Rp2.650.000 per buah.
Pada musim panen Desember 2021 sampai Januari 2022, Harryanto memanen 500—600 kg durian ochee dan musang king. “Panen masih terbatas karena pentil rontok akibat hujan,” katanya. Pemilik Sumitani Durian Farm itu menuturkan, mayoritas penikmat durian di tanah air menyukai durian bertekstur lembut dan beralkohol. Cita rasa itu bisa didapat 24—48 jam setelah durian jatuh.

Prospek cerah
Pekebun lain, Andri Mulya Purnama, juga membudiyakan durian ochee dan bawor. Pekebun durian di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, itu memilih ochee dan bawor lantaran berkarakter genjah dan tahan banting terhadap cuaca ekstrem. “Stabilitas rasa dan daya simpan buah juga bagus,” kata Andri. Sebelum panen pada Desember 2022, para penikmat durian memesannya.
Eko Waluyo menargetkan semua segmen penikmat durian. Oleh sebab itu, ia menanam dua kelompok durian yakni lokal dan introduksi. “Penikmat durian amat variatif. Ada yang menyukai durian dengan citarasa manis, pun sensasi pahit. Di sisi lain ada yang fans berat durian lokal, ada pula yang menggemari durian introduksi,” ujar petani di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, itu.
Ia membudidayakan durian lokal mbenda, ketan, keju, podang, dan sambeng. Adapun durian introduksi seperti musang king, chanee, udang merah, dan masmuar. Panen raya berlangsung dari Januari sampai Februari. Eko berkebun durian di lahan 3 ha berpopulasi 200 pohon. Setiap pohon rata-rata menghasilkan 50 durian. Harga jual durian introduksi hingga 325.000 per kg, sedangkan durian unggul lokal Rp60.000—Rp200.000 per buah.
Menurut pemasok buah premium di Muarakarang, Jakarta Utara, Tatang Halim, varietas ochee, musang king, dan bawor menjadi pilihan untuk dikebunkan secara komersial. Ketiga jenis durian itu pasarnya jelas dan harga juga menggiurkan di pasaran. Meski ditanam di luar daerah asalnya, cita rasa ketiga durian itu tetap stabil.

Reza Tirtawinata mengatakan, prospek kebun durian intensif tergolong cerah. Apalagi mayoritas masyarakat Indonesia gemar menyantap durian. Makin tinggi pendapatan konsumen, selera duriannya makin tinggi. Buktinya setiap panen raya, para penggemar memburu durian jatuhan di berbagai kebun.
Seketika penikmat durian memesannya. Harga tinggi bukan lagi kendala bagi penikmat durian untuk menyantap durian-durian lezat seperti ochee dan bawor. Peribahasa Latin menyebutkan, “De gustibus non est disputandum.” Tidak ada yang patut diperdebatkan menyangkut selera. Namun, kini selera para maniak tertuju pada ochee, musang king, dan bawor.
