Pengelola PT Perkebunan Buah Subang, Dodi Andria, masygul melihat sejumlah pohon avokad tumbuh kurang memuaskan. Dodi harus segera mengganti tanaman baru yang adaptif produktif. “Mempertahankan tanaman yang kurang optimal tentu akan memperberat kegiatan perawatan,” katanya.
op working atau penyambungan (bisa berupa sambung sisip, sambung celah, okulasi, atau sambung tunas) menjadi pilihan karena Dodi tak perlu membongkar tanaman. Selain itu waktu panen avokad lebih cepat ketimbang menanam tanaman baru dari bibit. Avokad hasil top working biasanya belajar berbuah pada umur 1—2 tahun setelah sambung. Adapun avokad asal bibit setinggi 75 cm belajar berbuah saat berumur 3—4 tahun setelah tanam.
Berlangganan Trubus Member untuk Baca Lengkap Seluruh Konten

Seleksi
Dodi menuturkan, PT Perkebunan Buah Subang menanam setidaknya 80 varietas avokad di lahan seluas 80 ha. Kontur lahan berbukit dengan ketinggian berbeda yakni 500—700 meter di atas permukaan laut (m dpl). “Kami terus-menerus mengeksplorasi untuk mendapatkan varietas avokad terbaik,” ujar Dodi.
Tanaman yang tidak memenuhi kriteria maka diganti dengan varietas lain yang memenuhi syarat. “Kami menempuh dua acara yakni penyulaman dan top working,” kata Dodi. Seleksi varietas itu berguna untuk mendapatkan tanaman yang produktif sehingga hasil panen optimal.
Dodi mengambil entres dari tanaman induk terpilih. Ia memastikan pohon induk pernah berbuah, produktif, dan sehat. Entres yang digunakan setidaknya memiliki 3 mata tunas supaya peluang tumbuh tunas tinggi. Jumlah entres yang disambungkan pada batang utama sebanyak 2 batang. Tujuannya mengurangi risiko gagal tumbuh. Ciri sambungan berhasil adalah muncul tunas dan berwarna hijau segar. Adapun, sambungan yang gagal memiliki ciri entres berwarna cokelat.
Menurut dosen Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Ismail Saleh, S.P., M.Si. perlakuan top working memungkinkan tanaman cepat berbuah karena batang bawah telah dewasa. “Batang bawah mampu memasok makanan yang cukup bagi pertumbuhan entres sehingga mempercepat kemunculan bunga,” ujar Ismail. (Andari Titisari)
