Tidak terasa, kita kembali mendekati bulan suci Ramadan. Bagi sebagian besar dari kita, menjalankan puasa sering kali memicu kekhawatiran klasik. Apakah fisik sanggup tetap produktif di tengah aktivitas yang padat? Keluhan seperti lemas, kantuk, hingga kambuhnya gangguan lambung atau mag sering kali membayangi. Puasa sebenarnya momentum emas untuk melakukan “reset” total pada metabolisme tubuh, asalkan kita tahu rahasianya.
Riset terbaru dari para ahli di FKUI-RSCM menunjukkan bahwa penderita GERD atau mag justru bisa merasakan perbaikan kondisi kesehatan saat berpuasa. Kuncinya bukan pada berhenti makan, melainkan pada pengaturan pola makan yang lebih disiplin dan asupan gizi yang seimbang. Selain pola makan, menjaga kebugaran juga bisa diupayakan melalui kekayaan alam kita.
Contoh kombinasi sederhana jahe dan kapulaga yang dikonsumsi saat sahur dan sebelum tidur dapat berfungsi sebagai herbal yang membantu tubuh melawan stres fisik (adaptogen). Dengan sentuhan jamu tradisional yang tepat, tubuh tidak hanya bertahan dari rasa lapar, tetapi tetap bertenaga dan “jreng” sepanjang hari. Dengan begitu ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar dan berjalan beriringan dengan kondisi fisik yang prima.
Majalah Trubus mengulas berbagai cara agar tetap sehat dan bugar saat puasa dalam rubrik Topik. Salah satu artikelnya adalah aneka buah yang bisa dikonsumsi dan menyehatkan saat puasa selain kurma. Bagi pekebun durian ada artikel tentang budi daya si raja buah secara organik. Untuk obat tradisional ada riset terbaru yang menunjukkan lalapan daun pohpohan berkhasiat antidiabetes. Yang tak kalah menarik cerita pengalamanMuhammad Nasrul Fatah mengembangkan ekspor daun torbangun dan aneka rempah.
Selamat membaca. Sahabat Trubus dan mari jalani Ramadan ini dengan penuh semangat.






