Tren makan buah sukun matang, terutama yang dimakan langsung, viral di media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Puncaknya terjadi pada Oktober hingga November 2025. Beberapa orang mencoba tren itu beberapa waktu belakangan ini. Tren itu menyoroti sukun matang sebagai superfood dengan tekstur lembut, manis, dan aroma harum seperti durian atau jambu.
Lazimnya masyarakat Indonesia mengonsumsi sukun dengan cara digoreng atau dikukus. Rasanya gurih dan pulen. Olahan sukun yang tak kalah populer yaitu stik dan keripik. Bahkan stik sukun bikinan Sengon Rus Dwiyono di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, sudah melanglang buana hingga ke Malaysia, Taiwan, dan Australia.
Ada juga yang mengolah sukun menjadi tepung sehingga bisa menjadi bahan baku aneka penganan seperti kue. Trubus edisi kali ini menghadirkan para produsen olahan buah sukun yang sukses menghasilkan produk yang disukai konsumen. Selain enak, sukun memang bergizi sehingga baik untuk kesehatan. Baca ulasan selengkapnya di rubrik Topik.
Artikel lain yang tak menarik yakni liputan Macfrut 2026 di Rimini, Italia. Trubus menjadi satu-satunya media dari Indonesia yang mendapat undangan resmi menghadiri acara tahunan yang berlangsung pada 21—23 April 2026 itu. Mangga dan alpukat menjadi sorotan pada gelaran acara edisi ke-43 itu. Liputan langsung ke Italia itu terwujud melalui kerja sama para sponsor yaitu Cesene Fiera, PT Daya Semesta Agri Resources (DSAR), PT Spektani Agri Berkah (BSA), Hijau Surya, Kebun Buah Oibama Palangka Raya, serta Telaga Nursery.
Pada rubrik Tanaman Hias tersaji informasi tren dan cara tanaman hias indoor. Sementara di rubrik Perkebunan kami hadirkan upaya penanaman kembali kopi typica yang unik dan khas.
Sahabat Trubus, selamat membaca!






